Author: M Rifa’i

  • Diinisiasi AMI, Kegiatan “Bersama untuk Palestina” Terlaksana dengan Baik

    Diinisiasi AMI, Kegiatan “Bersama untuk Palestina” Terlaksana dengan Baik

    Banten, Mathlaonline – Kegiatan Aksi Peduli Palestina “Bersama untuk Palestina” yang diinisiasi oleh lembaga Alfiyah Mubarokah Indonesia bekerjasama dengan beberapa komunitas relawan Banten diantaranya: MA Care, PCI MA, HIMMA BANTEN, RACANA UNMA, LAZ HARFA BANTEN, RTI Labuan, RSN, PD MUSMA Pandeglang, VES Chapter Banten Region Banten Kidul, Alumni MA dan OSIS Madrasah Aliyah dengan tema “INDONESIA UNTUK PALESTINA” sampai pekan ini sudah terlaksana dengan baik.

    Aksi ini bertujuan untuk manggalang dana dari masyarakat umum dengan adanya tragedi kemanusaan di negara Palestine dengan membangun kepedulian pada sesama Khususnya Ummat Muslim. Bergerak nyata dengan upaya penggalangan Dana juga dilaksanakan dengan cara turun ke jalan raya “on the spot” yg berlokasi di pertigaan Cimanying kecamatan Menes Pandeglang Banten tepatnya di depan Perguruan MA PUSAT MENES menghimpun donasi dari pengendara juga dari donatur pribadi dan komunitas baik yang datang langsung ke lokasi maupun melalui transfer ke Rekening MA Care.

    Hasil kumulatif dari Aksi penggalangan Dana terkumpul sebesar Rp. 40.090.800,00,-
    Langsung diserahkan oleh H Ade Badri Mukri selaku Penanggungjawab Aksi dari Alfiyah Mubarokah Indonesia kepada Perwakilan LAZ HARFA BANTEN untuk kemudian disampaikan ke saudara muslim kita di Palestina pada hari senin 24 Mei 2021 bertempat di Ma’had Alfiyah Mubarokah Indonesia Kp. Situ Desa kadupayung.

    Penyerahan DonasI juga dihadiri oleh perwakilan lembaga dan komunitas peserta Aksi Galang Dana Paduli Palestina diantarnya dari MA Care, HIMMA BANTEN, VEScomunity chapter Banten Region Banten kidul, RSN, dan PCI MA.

    H Ade Badri Mukri menyampaikan bahwa yang kita laksanakan adalah bentuk kepedulian Muslim Indonesia pada saudara Muslim di Palestina saat ini. Beliau juga menyampaikan bahwa Aksi masih akan terus kita lakukan baik dalam metode yang sama atau dengan metode lainnya.

    Sementara, Epi Saefuddin selaku Koordinator Aksi menyampaikan terimakasih kepada para donatur dan Tim relawan yang telah bekerja maksimal sehingga acara telah terlaksana dengan baik dengan hasil yang cukup baik semua berkat kesungguhan dan Kerjasama semua Tim relawan yang terlibat.

  • Dari Ilmu Religi ke Relasi Sinergi: Kaderisasi Internasional K.H. Mas Abdurahman Berguru ke Syaikh Imam Nawawi, Mekah Al Mukarromah, Motivasi Keilmuan 110 Mathlaul Anwar

    Dari Ilmu Religi ke Relasi Sinergi: Kaderisasi Internasional K.H. Mas Abdurahman Berguru ke Syaikh Imam Nawawi, Mekah Al Mukarromah, Motivasi Keilmuan 110 Mathlaul Anwar

    Sosok tegar dalam ilmu dan amal, Mas Abdurahman muda sangat energik dan heroik. Beliau berguru ilmu keagamaan kepada ulama setempat. Lalu berguru kepada ulama mancanegara di Mekah Almukarromah, jazirah Arab.

    Studi ke negeri jauh ini, memberikan dorongan untuk membawa Mathlaul Anwar pada perjuangan membebaskan khurafat, penjajahan dan kebodohan (KPK). Maka lahirlah generasi pejuang kebangsaan, didirikan ribuan madrasah, dan gerakan kepada ajaran sunnah nabi yang murni, bebas dari sinkritisme.

    Masa awal pendirian mathlaul anwar di Banten, tahun 1916 merupakan keadaan penuh tantangan. Penjajahan kolonial begitu masif yang mengarah kepada pemecahan kekuatan bangsa, pembodohan pikiran dan keilmuan, serta khurafat ilmu-ilmu hitam yang berlatar dendam kusumat hawa nafsu. Pemiskinan duniawi akibat penjajahan telah membawa bangsa pada keterpurukan dan marginalisasi.

    Mas Abdurahman muda paham apa yang terjadi pada bangsanya. Lalu ijtihad keluarganya, fokus dan bulat untuk menjawabnya dengan meraih ilmu di tingkat internasional. Kesadaran fikiran ini berikutnya menjadi pendorong kepada pertumbuhan mathlaul anwar di awal pendiriannya.

    Lalu sekarang di usia 110 tahun Mathlaul Anwar, bagaimana strategi kompetisi amal dakwah, sosial dan perguruan? Tradisi berilmu ke negeri jauh ini perlu diteruskan. Jejaring kader insani Mathlaul Anwar dapat terhubung secara regional dan internasional.

    Bagaimana menghantarkan kader muda MA ke pentas pendidikan internasional, tentu perlu biro khusus ke arah ini. Seleksi tingkat kecerdasan, potensi leadership, kepiawaian komunikasi, strata sosial adalah fatron kaderisasi keilmuan di tingkat ranting, daerah, wilayah hingga pusat.

    Beasiswa internasional terbuka lebar baik yang disediakan dalam negeri maupun luar negeri. Hanya saja bagaimana memenuhi formalisasi kemampuan berbahasa negara tujuan studi dan potensi scholastik dapat terpenuhi. Seleksi di tingkat sekolah dasar dan menengah termasuk sarjana adalah pemetaan strategis. Skor TOEFL, TOAFL dan sejenisnya adalah formalisasi tersebut disamping akreditasi sekolah awal dan nilai capaian akademik.

    Kekaryaan mereka para alumni perguruan tinggi internasional ini, nantinya akan menjadi penyambung peran MA di berbagai kancah. Tentu mereka tidak harus memilih studi keagamaan, ilmu-ilmu umum dapat dipilih. Ke depannya akan banyak lagi kader insani MA ada di semua departemen pemerintah bahkan organisasi internasional di tingkat PBB dan sejenisnya.

    Sebagai mentornya, tentu kader MA yang telah studi ke mancanegara boleh direkrut. Mereka punya daya jelajah dan relasi ke arah sana.

    Semangat keilmuan ini mungkin strategis menuju MA sebagai wadah kader ulama dan cendekia mumpuni. Mereka akan membawa organisasi lebih berjaya. Selamat milad MA ke-110.

    *) S. Miharja, Ph.D. Alumni pendidikan psikologi S3 kualalumpur, shortcourse Jepang, Pakistan, India, Turki, Arab Saudi, dll. Anggota PBMA.

  • Halal Bihalal: Pribumisasi Ajaran Islam

    Halal Bihalal: Pribumisasi Ajaran Islam

    Oleh: Dr. Hasani Ahmad Said, M.A.

    Lektor Kepala Fakultas Ushuludin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua Departemen Dakwah Pengurus Besar Mathla’ul Anwar & Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat.

    Halal bihalal merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Dua kata majemuk ini berasal dari bahasa Arab yaitu halal yang diapit oleh kata penghubung huruf ba (bi) halal. Kata halâl dari segi hukum diartikan sebagai sesuatu yang bukan haram.

    Meskipun kata ini berasal dari bahasa Arab, uniknya, di kalangan masyarakat Arab sendiri kata halal bihalal tidak terlalu popular. Kalau demikian, istilah ini hemat saya lahir dari hasil kreativitas bangsa. Dengan kata lain, halal bihalal adalah hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Indonesia.

    Pengistilahan halal bihalal, biasa dipakai untuk pertemuan setelah lebaran. Diisi dengan saling bersalaman, silaturahmi, dan bisa koneksi/relasi jabatan, bisnis dan lain-lain setelah beberapa pekan tidak bertemu. Bisa jadi, makna halal bihalal berarti satu pertemuan yang diperkenankan makan atau yang lainnya, pada siang hari, setelah satu bulan penuh sesuatu yang dihalalkan dalam bulan lain, di siang bulan Ramadhan menjadi haram.

    Dalam pengertian yang lebih luas, halal bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari dan pasca Lebaran. Lebaran merupakan suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu hewani. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa, dan puasa mereka dilandasi dengan keimanan.

    Dalam Alquran, setidaknya ada nilai-nilai yang mengajarkan halal bihalal. Perhatikan Q.S. Âli ‘Imrân/3: 134-135, ayat ini bertalian dengan nasihat pada waktu peristiwa perang Uhud. Akibat keinginan memperoleh harta rampasan perang. Kemudian, karena akibat perang Uhud itu, banyak orang yang gugur di medan perang yang mengundang banyak penyesalan, bahkan kemarahan. Maka, nasihat petama adalah ajakan berinfak baik diwaktu lapang maupun sempit. Nasihat kedua dari ayat di atas, himbauan menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.

    Ada tiga tingkatan manusia dalam menghadapi kesalahan orang lain menurut ayat di atas. Pertama, mampu menahan amarah (al-kâdzimîn al-ghaîdz); kedua, menghapus bekas-bekas luka, seolah tidak pernah terjadi apa-apa; dan ketiga, Allah kembali mengingatkan bukan hanya menahan amarah, atau hanya sekedar memaafkan, tetapi yang lebih disukai oleh Allah adalah berbuat kebaikan kepada orang yang pernah melakukan kesalahan.

    Ada terapi pada ayat berikutnya (135), yaitu siapa yang sengaja atau tidak melakukan perbuatn keji, baik itu berbuat dosa besar seperti korupsi, membunuh, berzina atau pelanggaran apapun, maka hendaklah mengingat Allah (dzakarûllâh) dan memohon ampunan atas dosa-dosa serta bertekat sekuat tenaga untuk tidak mengulanginya.

    Ada makna yang sangat dalam, dari dua ayat di atas, berangkat dari makna halal bihalal seperti tersebut di atas, yang ingin ditonjolkan oleh dua ayat di atas adalah pesan universal Islam untuk selalu berbuat baik dan mudah memaafkan orang lain. Sikap inilah yang mestinya menjadi warna masyarakat Muslim Indonesia dan di negara-negara rumpun lainnya.

    Ketika sudah melalui proses sesuai dengan bimbingan ayat di atas, maka baru kemudian masuk ke tahap berikutnya yang kemudian dikenal dengan istilah idul fithri. id artinya kembali, fitri berasal dari bahasa Arab yakni fithrah yang mempunyai arti suci/bersih. Sehingga, ‘idul fithr berarti kembalinya manusia kepada keadaan suci, atau keterbebasan manusia dari segala dosa dan noda, sehingga dengan demikian ia berada dalam kesucian.

    Kesadaran akan semua kesalahan manusia, akan membawa kedekatan kepada Allah. Ketika manusia sudah bertaubat, itu artinya manusia kembali suci tanpa noda. Sehingga tidak ada pembatas atas makhluk dan Tuhan. Inilah makna Q.S. al-Baqarah/2: 186, “Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat, dan memperkenankan permohonan jika mereka bermohon kepada-Ku”.

    Dalam hadis Qudsi Allah berfirman: “Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang menemuinya dengan berlari.” (H.R. Bukhari dari Anas bin Malik).

    Gelar setelah proses di atas, yang kembali disandangkan adalah yang dikenal dengan istilah minal âidzin wal fâizîn. Kata-kata “Minal Aidin wal Faizin” adalah penggalan dari doa panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa yakni : “Taqabbalallâhu Minnâ Wa Minkum Wa Jaalanallâhu Minal Âidzîn Wal Fâizîn” (Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) keberuntungan (kemenangan).

    Dari uraian di atas dapat ditarik natijah bahwa halal bihalalidul fltri, dan minal âidzin wal faâizîn mengandung pesan agar yang merayakannya mewujudkan kedekatan kepada Allah dan sesama manusia. Kedekatan tersebut diperoleh dengan kesadaran terhadap kesalahan yang telah diperbuat.

    Sekilas menengok persoalan bangsa kita, jelang pilpres safari politik mulai dari tokoh politik, para Menteri, pimpinan partai politik hingga presiden mulai sibuk dengan silaturahmi politik, belum lagi kasus-kasus besar yang sempat mencuat misalnya transaksi mencurigakan yang nilainya ratusan triliunan, lemahnya pemberantasan korupsi, flexing para pejabat,  tidak kalah menariknya dikalangan masyarakat muncul juga membongkar soal nasabah antara kyai dan habaib dan lain sebagainya. Sejalan dengan itu, kuncinya adalah lakukan perbaikan (muhsinîn), tahan amarah jangan mudah terprovokasi, dan maafkanlah.

    Wallâhu alam bi al-shawab.

  • PERNYATAAN SIKAP PENGURUS BESAR MATHLA’UL ANWAR TENTANG TEROR TERHADAP KANTOR MUI PUSAT

    PERNYATAAN SIKAP PENGURUS BESAR MATHLA’UL ANWAR TENTANG TEROR TERHADAP KANTOR MUI PUSAT

    PERNYATAAN SIKAP PENGURUS BESAR MATHLA’UL ANWAR (PBMA)
    NO. B.0365/PBMA/V/2023

    Tentang:

    EROR TERHADAP KANTOR MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) PUSAT

    Mencermati peristiwa teror berupa penembakan yang terjadi terhadap kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta pada hari Selasa tanggal 02 Mei 2023 yang mengakibatkan korban luka bagi staf MUI serta menimbulkan keresahan di masyarakat, maka dengan ini PBMA menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

    1. Mengutuk keras peristiwa teror terhadap Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang menyebabkan dua orang staf MUI korban luka-luka. Tindakan teror tersebut apapun motivasinya tidak bisa dibenarkan oleh agama, hukum, moralmaupun dari sisi kemanusiaan.

    2. Memberikan apresiasi kepada aparat keamanan yang telah bertindak cepat mengatasi teror tersebut.

    3. Meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus teror ini secara transparan sehingga memberikan informasi yang lengkap dan jelas bagi masyarakat terkait motif teror tersebut.

    4. Meminta aparat keamanan meningkatkan pengamanan sehingga menciptakan situasi yang kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

    5. Menghimbau seluruh lapisan masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk menangani kasus teror ini.

    Jakarta, 02 Mei 2023/10 Syawal 1444H

    PENGURUS BESAR MATHLA’UL ANWAR (PBMA)

    Ketua Umum,
    K.H. EMBAY MULYA SYARIEF

    Sekretaris Jenderal,
    DR. H. JIHADUDDIN, M.Pd.

  • Naskah Khutbah Idul Fitri 1444 H: Momentum Saling Memaafkan, Pererat Kesatuan Umat & Bangsa

    Naskah Khutbah Idul Fitri 1444 H: Momentum Saling Memaafkan, Pererat Kesatuan Umat & Bangsa

    Oleh:

    KH. HASANI AHMAD SAID, M.A.

    Dosen Tetap UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua Departemen Dakwah Pengurus Besar Mathla’ul Anwar & Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat

    Email: hasaniahmadsaid@uinjkt.ac.id

     ________________________

    السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

    الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا و سبحان الله بكرة و أصيلا  , لا إله إلاّ الله و لا نعبد إلاّ إيّاه مخلصين له الدين و لو كره الكافرون . لا إله إلا الله وحده , صدق وعده و نصر عبده و أعزّ جنده و هزم الأحزاب وحده لا إله إلاّ الله و الله أكبر الله أكبر و لله الحمد .

    الحمد لله الذي جعل العيد موسما للخيرات , و جعل لنا ما في الأرض مكانا للعمارات و زرع الحسنات . أشهد أن إله إلاّ الله وحده لا شريك له خالق الأرض و السماوات, و أشهد أنّ محمدا عبده و رسوله الداعي إلى دينه بأوضح البيّنات . اللهمّ صلّ و سلّم و بارك على سيد الكائنات , نبيّنا محمّد و على آله و صحبه و التابعين و المجتهدين لنصرة الدين و إزالة المنكرات.

    أمّا بعد فيا أيها المسلمون و المسلمات رحمكم الله أوصيكم و إيّاي بتقوى الله فقد فاز المتقون . قال الله تعالى في كتابه العزيز و هو أصدق القائلين أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم : يا أيها الذين آمنوا اتّقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة و جاهدوا في سبيله لعلكم تفلحون (المائدة: 35)

    Para Hidirin dan Hadirat Sidang Iedul Fitri yang Berbahagia

    Para hari ini kita dan ratusan juta umat Islam di seluruh dunia, kembali serentak mengumandangkan kalimat-kalimat thayyibah, berupa takbir, tahmid, dan tahlil, untuk membesarkan keagungan Allah, untuk memuji kekuasaan Allah, dan untuk mensucikan keesaanNya. Alangkah bangganya kita, kaum muslimin, pada hari yang penuh bahagia ini yang diikat oleh rasa persatuan dan persamaan hak, berbaris dalam satu shaf, mengibarkan panji-panji tauhid, mengumandangkan seru takbir

    الله أكبر ألله أكبر و لله الحمد

    Di dalam tasawuf aa’id ertinya ruju’ (inna lillahi wa inna ilaihi roojii’un) pulang ke hadirat Allah. Kemana pulangnya? Janganlah berfikir sempit kalau keluar ruhnya bererti mati. Ruh itu terdiri dari empat lapis . Lapis pertama ruh Jismani, ruh Ruhani, ruh Sultoni, dan keempat ruh al-Qudsi yang langsung diciptakan Allah dari cahaya Muhammad. Sedangkan cahaya itu diciptakan dari Nur Jamalilah yakni Cahaya Jamal Allah langsung.

    Firman Allah swt;

    فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًۭا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas FITRAH) Allah yang telah menciptakan manusia menurut FITRAH itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (Ar-Rum 30 : 30).

    Para Hidirin dan Hadirat Sidang Iedul Fitri yang Berbahagia

    Kini Ramadhan telah berlalu, kita diajarkan memanjatkan doa:

    اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

    Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.

    Kita rayakan Iedul Fitri dengan berbagai cara sesuai tuntunan dan petunjuk agama kita yang antara lain dengan takbir, tahlil, tahmid dan sholat Ied dua rakaat.

    Kalimat takbir, tahlil dan tahmid merupakan rangkaian kalimat yang sangat baik dan sangat indah terdiri atas kalimat tahlil لا إله إلا الله  dan kalimat takbirالله أكبر  serta kalimat tahmid و لله الحمد merupakan rangkaian kalimat untuk mengagungkan serta memuji Allah. Dengan ucapan لا إله إلا الله kita menyatakan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, yang wajib diimani hanyalah Allah SWT.

    Kalimat لا إله إلا الله  merupakan peryataan dan kebulatan tekad seorang hamba yang beriman dan bertaqwa, bahwa hanya Allah sajalah Tuhan yang Wajib disembah, hanya Allah saja yang wajib diimani. Barang siapa menyembah selain Allah maka ia dinyatakan sebagai orang yang musyrik yaitu orang yang mengsekutukan Allah. Allah sangat membenci orang yang menyekutukanNya. Allah tidak akan mengampuni orang yang menyekutukanNya, Allah berfirman:

    إن الله لا يغفر أن يشرك به و يغفر ما دون ذلك لمن يشاء .. ( النساء : 48)

    Allah tidak akan mengampuni orang yang mensekutukanNya, dan mengampuni selain itu bagi orang yang dikehendakiNya.

    Dan kalimat takbirالله أكبر sebuah pernyataan bahwa Allah Maha Besar, Allah Maha Agung. Pernyataan  الله أكبر dari seseorang yang beriman dan bertaqwa, merupakan pernyataan yang tulus, pernyataan yang ikhlas, pernyataan yang dapat menunjukkan bahwa segala sesuatu selain Allah adalah kecil, segala sesuatu di hadapan Allah adalah kecil.

    Dan Tahmid و لله الحمد  sebuah pernyataan dari orang-orang yang beriman dan bertaqwa, bahwa hanya Allah sajalah yang patut mendapat pujian, semua puji hanya bagi Allah, selain Allah tidak ada yang berhak dipuji.

    Kalimat tahlil, takbir, dan tahmid dirangkai dengan kalimat-kalimat:

    صدق وعده و نصر عبده و أعزّ جنده و هزم الأحزاب وحده

    Pernyataan صدق وعده yang artinya sangat benar janji Allah yang dinyatakan melalui ayat-ayat Al-Qur’an. Janji-janji Allah yang dinyatakan kepada manusia berupa kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat.

    Rangkaian takbir berikutnya   و نصر عبده Allah pasti menolong hambaNya. Pernyataan Allah ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Allah pasti menolong hambaNya termasuk kita yang hadir di tempat ini. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

    يا أيها الذين آمنوا إن تنصروا الله ينصركم و يثبّت أقدامكم ( محمد : 7)

    Wahai orang-orang yang beriman! Kalau kamu menolong Allah, pasti Allah menolong kalian dan menetapkan pendirian kalian.

    Rangkaian takbir berikutnya yaitu و أعزّ جنده yang artinya bahwa Allah akan memenangkan pasukannya. Kalimat ini mengandung arti bahwa yang dimaksud dengan pasukan Allah disini antara lain yaitu orang-orang Islam yang berjuang menyebarkan dan menegakkan agama Islam di muka bumi ini.  و أعزّ جنده juga berarti bahwa yang dimaksud dengan pasukan Allah di sini yaitu kita umat Islam yang baru saja menunaikan puasa Ramadhan sebulan penuh dengan mendapat keberhasilan yaitu mengalahkan hawa nafsu untuk kemudian kembali ke fitrah (asal kejadian) kita yaitu suci bersih.

    Dan rangkaian takbir berikutnya yaitu و هزم الأحزاب وحده yang artinya bahwa Allah akan mengalahkan lawan-lawannya. Di sini jelas bahwa Allah akan menghancurkan musuh-musuh Islam, kapan saja dan di mana saja mereka berada.

    Takbir, tahlil, dan tahmid yang kita kumandangkan di hari Iedul Fitri ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi:

    … و لتكبّروا الله على ما هداكم و لعلّكم تشكرون (البقرة: 185)

    Dan hendaknya kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

    Para Hidirin dan Hadirat Sidang Iedul Fitri yang Berbahagia

    Jika pada hari Iedul Adha kita diperintahkan menyembelih binatang ternak, maka pada hari raya Iedul Fitri seperti ini, kita diperintahkan mengeluarkan zakat fitrah.

    Qurban di hari raya Iedul Adha dan zakat fitrah di hari raya Iedul Fitri, diartikan sebagai tanda adanya kepedulian Islam terhadap masyarakat dan sebagai tanda adanya usaha kita dalam menyantuni kaum dhuafa dan fakir miskin. Kurban di hari raya Iedul Adha dan zakat fitrah di hari raya Iedul Fitri juga diartikan sebagai lambang untuk meningkatkan gizi masyarakat. Bukankah Allah telah berfirman:

    و كلوا مما رزقكم الله حلالا طيبّا (المائدة : 88 )

    Dan makanlah makanan yang telah Allah berikan kepadamu yaitu makanan yang halal dan makanan yang baik.

    Makanan yang halal dan baik yaitu makanan yang baik dan bergizi. Dengan makanan yang bermutu dan bergizi, umat Islam akan dapat menjaga kesehatannya dan meningkatkan kecerdasan pikirannya.

    Islam mempunyai pendirian bahwa kehidupan yang aman, adil dan makmur di dunia ini tidak akan terwujud apabila para dlua’afa, fuqara dan masakin tidak mendapat layanan dari masyarakat yang berkecukupan.

    Kita tahu bahwa orang-orang dlua’afa, fuqara dan masakin adalah sendi dan tulang punggung kekuatan masyarakat. Mereka merupakan golongan yang harus mendapat perhatian kita. Betapa tidak, bukankah segala hal yang menyangkut kehidupan di dunia ini sangat tergantung kepada kaum jelata dan rakyat miskin?  Orang yang kaya raya, orang yang berkecukupan tidak akan bisa hidup dengan aman, tentram dan bahagia tanpa bantuan orang-orang miskin. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist yang berbunyi:

    إنما تنصرون و ترزقون بضعفائكم

    Sesungguhnya kalian mendapat pertolongan dan mendapat rizki, berkat jerih payah dan perjuangan orang-orang yang lemah/ alias orang-orang miskin.

    Para Hidirin dan Hadirat Sidang Iedul Fitri yang Berbahagia

    Selain takbir, tahlil, tahmid, sholat dan mengeluarkan zakat fitrah marilah kita rayakan Iedul Fitri ini dengan lebih meningkatkan upaya kita dalam bersilaturahmi sesama kita. Silaturahmi yang dilakukan di setiap hari raya Iedul Fitri bukan hanya tradisi ataupun kebiasaan saja, tetapi silaturahmi bagi kita adalah suatu ajaran Islam yang sangat baik dan tuntunan yang sangat mendasar. Rasulullah bersabda:

    من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليصل رحمه ( متّفق غليه )

    Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia bersilaturahmi.

    Dan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 1, Allah bersabda:

    و اتّقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا (ا لنساء : 1)

    Dan bertaqwalah kalian kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kalian saling meminta dan (saling) bersilaturrahmi, sesungguhnya Allah senantiasa mengawasimu.

    Ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi ini merupakan dasar pegangan kita untuk selalu bersilaturrahmi. Karena pentingnya silaturrahmi bagi kita kaum muslimin sehingga Allah sendiri selalu mengawasi dan memperhatikan, apakah kita mau melakukan silaturrahmi atau tidak. Ini tercermin dalam firmanNya diakhir ayat tadi dengan kata-kata:

    إنّ الله كان عليكم رقيبا

    Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasimu.

    Dengan silaturrahmi berarti kita akan mengetahui keadaan sanak saudara kita, tetangga kita, teman kita. Dan dengan silaturrahmi juga kita dapat menyambung tali-persaudaraan dan tali-persahabatan sesama kita.

    Ayat Al-Qur’an dan Hadits nabi tadi merupakan antisipasi Allah dan RasulNya, di mana manusia pada umumnya (secara naluri) cenderung egoistis dan individualistis. Mereka cenderung melupakan tali-persaudaraan dan cenderung meninggalkan tali-persahabatan. Rasulullah sangat membenci umatnya yang tidak mau melakukan silaturrahmi, Beliau bersabda:

    لا يدخل الجنّة قاطع

    Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan dan tali persahabatan.

    Para Hidirin dan Hadirat Sidang Iedul Fitri yang Berbahagia

    Dalam acara khutbah Iedul Fitri di mana silaturrahmi menjadi perhatian kita, marilah kita melihat sejenak situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang selama ini mendapat cobaan yang sangat berat dari Allah SWT. Harus kita akui memang, bahwa berbagai krisis yang melanda bangsa kita belum berakhir sepenuhnya, ini disebabkan oleh katidak mampuan kita khususnya kaum muslimin untuk mengendalikan diri.

    Bangsa kita termasuk para pemimpin kita tidak bisa mengendalikan diri di mana mereka tidak mampu melaksanakan keadilan dan kebenaran dalam melakukan tugas dan menyelesaikan amanat dengan adil dan bertanggung jawab. Mereka melakukan penindasan dan ketidak adilan dalam berbagai bidang kehidupan, baik politik, ekonomi, maupun sosial.

    Akibatnya terjadi kerusakan(الفساد) dimana-mana. Padahal Allah sendiri telah mengantisipasi sejak seribu empat ratus tahun yang lalu agar kita tidak terjerumus ke dalam kesengsaraan. Allah memperingatkan bahwa Dia akan memberi cobaan berupa rasa takut, lapar, krisis ekonomi, perselisihan bahkan kekurangan buah-buahan yang menjadi bahan pokok makanan kita. Allah berfirman:

    و لنبلونّكم بشئ من الخوف و الجوع و ننقص من الأموال و الأنفس و الثمرات و بشّر الصابرين (البقرة: 55 )

    Sesungguhnya kami pasti menguji kalian dengan ketakutan, lapar, kekurangan harta benda dan jiwa dan buah buahan, maka berilah kabar gembira orang-orang yang bersabar.

    Hal ini diperingatkan Allah agar kita tidak terjerumus ke dalam penderitaan-penderitaan tsb. Namun rupanya kita membandel. Kita tidak memperhatikan dan mengantisipasi periangatan Allah tersebut. Maka terjadilah bermacam peristiwa menimpa kita, berbagai bencana melanda kita ditambah lagi disinteragasi bangsa selalu mengancam negara kita. Rupanya semua ini terjadi karena ulah manusia-manusia, ulah kita semua. Bukankah Allah sendiri telah menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi di darat dan di laut karena ulah manusia?

    ظهر الفساد في البرّ و البحر بما كسبت أيدي الناس (النور : 41)

    Kebijakan ekonomi kita yang diwarnai dengan kenaikan bahan-bahan bakar yang kemudian diikuti oleh kenaikan harga barang-barang lainnya, berupa kebutuhan pokok menjadikan masyarakat bertambah bingung, bertambah sengsara, bertambah menderita. Ini diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan para penyelenggara negara yang kurang bijak dan kurang berakhlak. Kalau saja mereka tahu dan memperhatikan rakyat kecil niscaya penderitaan seperti ini tidak akan terjadi di negri yang kita cintai ini.

    Perkelahian sesama bangsa yang banyak menelan korban jiwa dan harta terjadi di mana-mana. Ini semua terjadi, juga karena ulah manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Karena masalah sepele terjadi pembunuhan dan peperangan. Karena masalah kecil rumah dan kantor di bakar, tempat ibadah di rusak, sekolah dirobohkan, toko dihanguskan. Bukankah Allah telah berfirman?

    و لا تفسدوا في الأرض بعد إصلاحها (الأعراف : 85)

    Janganlah kalian merusak di atas bumi ini setelah kamu sendir memba-ngunnya.

    متى يبلغ البنيان يوما تمامه           إذا كنت تنبيه و غير يهدمه

    Kapankan sebuah bangunan mencapai kesempurnaannya, kalau kamu berusaha membangunnya, sementara orang lain merobohkannya.

    Disintregasi bangsa, juga selalu mengancam negara kita. Anehnya masalah yang satu ini belum terselesaikan dengan baik. Ini juga terjadi karena ulah orang-orang serakah orang ambisius, orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka senang kalau bangsa ini sengsara, mereka senang kalau bangsa ini menderita, mereka senang kalau negara ini terpecah-belah.

    Perselisihan antara elit politik, antar pemimpin bangsa, antar penyelenggara negara antara pemimpin parpol ikut mewarnai pergolakan bangsa. Mereka tidak lagi memikirkan kepentingan bangsa, akan tetapi mereka hanya memikirkan kepentiangan pribadi atau golongannya.

    Maka oleh karena itu, dari mimbar Iedul Fitri ini dan dengan semangat silaturrahmi kami menghimbau agar para elit politik, pemimpin partai, pemimpin bangsa, penyelenggara negara bersatu untuk melakukan silaturrahmi dengan saling memaafkan, mengadakan rekonsiliasi untuk segera memikirkan kesejahteraan ummat dan memperhatikan kehidupan bangsa.

    Dan kepada anak bangsa, khususnya kaum muslimin, dari mimbar Iedul Fitri ini, juga saya berpesan agar kalian (kita semua) tetap bersatu dalam lingkaran Negara Kesatuan Republik Indonesia, bersatu dalam lingkungan ukhuwwah islamiyyah yang diridhoi Allah SWT. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

    كونوا جميعا يا بنيّ إذا اعترى          خطب  و  لا  تتفرّقوا  آحادا

    تأبى الرماح إذا اجتمعن تكسّرا           و إذا افترقن تكسّرت أفرادا

    Bersatulah wahai anak-anak bangsaku

    Janganlah kalian bercerai berai

    Ingatlah………..anak-anak panah kan kokoh kuat

    Manakala mereka bersatu padu

    Para Hidirin dan Hadirat Sidang Iedul Fitri yang Berbahagia

    Terakhir marilah kita berdo’a agar kita senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, agar bangsa kita selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT, agar bangsa kita mendapat karunia dari Allah SWT.

    Ya Allah ya Tuhan kami, peliharalah diri kami, fitrah kami, sehinnga kami menjadi orang-orang yang bertaqwa dan mampu mengendalikan diri.

    Ya Allah ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang-orang yang cinta silaturrahmi cinta damai dan cinta kesatuan dan persatuan.

    Ya Allah ya Tuhan kami, tumbuhkanlah dan kuatkanlah keimanan dan persatuan kami, sehingga negara ini tetap bersatu dan menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Gafur, Negara yang Subur Negara yang Makmur Lohjinawi ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salogak serta mendapatkan perlindungan  Allah SWT. Amin ya Rabbal Alamin.

    اللهمّ اغفر للمسلمين و السلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات . اللهم اغفر لنا ذنوبنا و إسرافنا في أمرنا و ثبّت أقدامنا و انصرنا على القوم الكافرين . اللهمّ ارحمنا فإنّك بنا راحم و لا تعذّبنا فإنّك علينا قادر و الطف بنا فيما جرت به المقادير اللهم انصرنا و لا تنصر علينا و أعنّا و لا تعن علينا و اهدنا و يسّر الهدى لنا و انصرنا على من بغى علينا و انصرنا على من ظلمنا اللهمّ ثيّت حجّتنا و سدّد ألسنتنا و نوّر قلوبنا و اشلل سخائم صدورنا اللهمّ اجعل القرآن الكريم ربيع فلوبنا و نور صدورنا و جلاء همّنا و ذهاب غمّنا و حزننا اللهمّ يا حيّ حين حيّ يا حيّ محيي الموتى يا حيّ لا إله إلا أنت يا حيّ يا قيّوم برحمتك نستغيث برحمتك نستغيث برحمتك نستغيث . اللهمّ اجعلنا لك ذكّارين و اجعلنا لك شكّارين و اجعلنا لك رهّابين أوّابين منيبين . ربّنا آتنا فى الدنيا حسنة و في الآحرة حسنة و قنا عذاب النار.

    جعلنا الله و إياكم أجمعين من العائدين و الفائزين و المقبولين، كل عام و أنتم بخير

    تقبل الله منا و منكم، صيامنا و صيامكم، قيامنا و قيامكم، تقبل يا كريم

    و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

    Bambu Apus, Pamulang, Jumat 21 April 2023

  • Mathla’ul Anwar Global School Undang Konsultan Pendidikan dari Singapura

    Mathla’ul Anwar Global School Undang Konsultan Pendidikan dari Singapura

    Mathla’ul Anwar Global School sukses menyelenggarakan kegiatan Language and Literacy Workshop yang diikuti oleh seluruh Dewan Guru MAGS level Primary dan Secondary dan Guru Bahasa Inggris di lingkungan Perguruan Mathla’ul Anwar Pusat Menes, dengan menghadirkan Konsultan Pendidikan dari Singapura, Ummi Hadijah Abu Bakar, yang didampingi oleh Ustadzah Alus Rahdiana, Guru Mathla’ul Anwar yang menetap di Singapura.

    Mathla’ul Anwar Global School adalah sekolah pertama berbasis Internasional, yang didirikan 11 tahun yang lalu, oleh Perguruan Mathla’ul Anwar Pusat Menes bekerjasama dengan Al-Irsyad Singapura.

    Kegiatan Workshop ini berlangsung selama 2 (dua) hari, dari tanggal 28 Feb – 1 Maret 2023 di Komplek MAGS Menes, Pandeglang.

    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi building capacity dan memberikan metode serta strategi terbaru kepada para Guru dalam melaksanakan learning process (proses Belajar Mengajar) di lingkungan Sekolah/Madrasah. Selain itu, narasumber juga menyampaikan strategi dalam menciptakan english environment (lingkungan berbahasa Inggris) di MAGS.

    Menurut Ummi Hadijah, “Sekolah Global adalah ketika Guru dan peserta didik memulai berpikir secara global, dan label global itu berangkat dari hati dan pemikiran (mindset) yang mendunia,” katanya.

    “Kita sebagai guru harus memulai melakukan metode dan strategi ini melalui personal touch kepada anak didik kita di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah, untuk pembentukan karakter yang Islami”, tuturnya.

    Mr. Dodi Solahudin, sebagai Tim Pengembang Perguruan MA, berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi kekuatan atau angin segar agar seluruh pendidik dan siswa di MAGS dan juga sekolah/madrasah di Perguruan MA Pusat, mulai menerapkan english environment.

    Mrs. Ade Susan, salah satu peserta workshop dari Primary MAGS, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas MAGS ke depan.

    “Saya berharap akan ada lagi kunjungan- kunjungan berikutnya dari Ummi Hadijah atau dari narasumber Internasional lainnya, sehingga kami dapat terus menggali potensi yang ada di MAGS,” ujarnya.

    Menurut Principal Secondary, Muh. Chusnul Mubaroq, upgrading ini memiliki nilai yang sangat penting bagi Guru untuk dapat meningkatkan teaching skill dan kepercayaan diri sehingga mampu menghasilkan Proses Belajar Mengajar (PBM) yg komprehensif bagi peserta didik.

    “Harapannya, Guru mampu melakukan tugas lebih maksimal, sehingga dapat meningkatkan intelegensi, mengembangkan kreativitas dan menyempurnakan akhlak bagi para siswa,” pungkasnya.

  • PB Mathla’ul Anwar Kutuk Keras Ekstrimis Pembakar Al – Qur’an Rasmus Paludan

    PB Mathla’ul Anwar Kutuk Keras Ekstrimis Pembakar Al – Qur’an Rasmus Paludan

    Rasmus Paludan, ekstrimis kanan kewarganegaraan Denmark – Swedia telah melukai hati umat Muslim dunia dengan melakukan aksi pembakaran Al – Qur’an di Swedia pada 21 Januari 2023.

    Jumat lalu, 27 Januari 2023 Rasmus Paludan melakukan aksi yang sama, membakar Al Quran di luar sebuah masjid di Kopenhagen.

    Ia berjanji akan membakar Al Quran setiap hari Jumat hingga Swedia diterima menjadi anggota NATO.

    Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) KH Embay Mulya Syarief mengutuk keras aksi pembakaran salinan Al-Quran oleh ekstremis Rasmus Paludan.

    Kyai Embay menilai bahwa aksi Rasmus sangat menyakitkan bagi jutaan Muslim di seluruh belahan dunia.

    “Aksi Rasmus ini sangat melukai hati umat Muslim dunia, kami Mathla’ul Anwar mengutuk keras aksi Rasmus Paludan,” katanya.

    Aksi pembakaran kitab suci umat Islam itu tidak dibenarkan atas dalih kebebasan berkespresi, lanjutnya.

    Mathla’ul Anwar kata Embay mendorong agar pelaku ditindak tegas dan Pemerintah Swedia harus memiliki itikad baik dalam lawan Islamofobia.

    “Pemerintah Swedia harus tegas dalam kasus pembakaran Al-Qur’an ini. Jangan sampai aksi ini membawa relasi antar pemeluk agama terganggu,” pesan Kyai Embay

  • SEKJEN PBMA: RESOLUSI KONFLIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    SEKJEN PBMA: RESOLUSI KONFLIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    Fenomena belakangan ini, terlebih menghadapi, Pemilihan Umum tahun 2024, potensi munculnya konflik di tengah masyarakat makin besar. Ormas Mathla’ul Anwar yang lahir tahun 1916 di Menes Pandeglang, sangat  miris dan prihatin.

    “Sebagai organisasi keagamaan yang berpegang pada paham ahlus sunnah waljama’ah dan berprinsip pada Islam rahmatan lil’alamin, akan terus berupaya dan berjuang menciptakan kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indoneisa, serta Bhineka Tunggal Ika,” hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jendral Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Dr. H. Jihaduddin, M.Pd, di depan para awak media.

    Sesungguhnya, tegas Jihaduddin, konflik sulit untuk ditiadakan, karena memang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Secara historis, konflik manusia telah dimulai sejak anak cucu Adam, ketika Qabil dan Habil bertengkar memperebutkan calon istri. Dalam ilmu social, konflik disebabkan karena adanya ketidakharmonisan.

    Hal itu muncul akibat polarisasi yang senantiasa terjadi di dalam masyarakat yang menimbulkan ketidakpercayaan dan permusuhan. Banyak factor penyebab konflik, diantaranya akibat dari perebutan atas sumber-sumber kepemilikan, status sosial, dan kekuasaan yang jumlahnya sangat terbatas dan tidak merata dalam masyarakat.

    Begitu juga konflik bisa disebabkan oleh adanya benturan antar-kepentingan dan perubahan sosial. Konflik juga bermuara dari berbagai perbedaan, seperti perbedaan persepsi, agama, adat istiadat, organisasi, partai politik, pengetahuan, tata nilai, serta kepentingan. Kebutuhan dasar manusia, baik fisik, psikologis, dan sosial yang tidak terpenuhi atau dihalangi akan menjadi akar yang mendasar sebagai pemicu timbulnya konflik. Keberagaman kepentingan dalam kehidupan manusia juga akan membuka peluang untuk terjadinya konflik. Tidak jarang konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada tindakan kekerasan.

    Menurut Jihaduddin, upaya yang dapat dilakukan, ialah menyelesaikan konflik tersebut. Salah satu upaya penyelesaian konflik adalah melalui pendekatan resolusi konflik. Ada beberapa model resolusi konflik, baik itu berupa mediasi, negosiasi, arbitrasi, dan lain-lain. Penyelesaian konflik yang berbasis kearifan lokal juga bisa menjadi alternatif di beberapa daerah.

    “Karena itu, tugas kita (Mathla’ul Anwar), adalah terus berupaya meminimalisir dan bahkan mencegah agar konflik itu tidak mengarah pada perpecahan, mengganggu kesatuan dan persatuan, apalagi mengarah pada tindakan radikalisme dan anarkisme,” lanjutnya.

    Kemudian yang menjadi pertanyaannya ialah, apakah agama mampu menyelesaikan konflik. Apakah agama mampu menjadi perekat sosial atau sebaliknya sebagai faktor atau sumber pencipta konflik. Menurut, Jihaduddin, semuanya tergantung pada sikap dan cara pandang pemeluknya terhadap agama.

    “Kesadaran akan pentingnya pluralisme, kerukunan, keharmonisan dan adanya struktur sosial yang fair dalam mengekspresikan keyakinan, baik intra maupun antar agama akan mampu mewujudkan agama sebagai salah satu perekat social dalam artian yang luas. Sementara yang bersendikan pada sikap claim yang radikal dan fundamentalistik akan lebih sering memunculkan agama sebagai faktor penyebab konflik,” kata Jihad yang juga Warek I UNMA Banten itu.

    Dalam al-Quran sendiri, lanjut Jihaduddin, sebagai sumber doktrin Islam, dikatakan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin (Q.S. al-Anbiya’: 107), dan memberikan jaminan kebebasan dalam beragama /berkeyakinan (Q.S. al-Baqarah: 256). Al-Quran justeru menawarkan spirit dalam menginspirasi dan memotivasi untuk mewujudkan resolusi konflik menuju perdamaian.

    “Pertama, melakukan al-tabayun (klarifikasi). Kedua, Musyawarah (wasyawirhum fil amri) dilaksanakan apabila ada permasalahan atau urusan-urusan muamalah yang tidak ditentukan oleh nash yang jelas. Adanya perdebatan, lebih menunjukan sebagai upaya untuk meyakinkan pihak lain dan mungkin hanya memahami saja. Namun, sebagai mekanisme merupakan upaya menemukan jalan keluar yang terbaik dalam satu urusan,” ujarnya.

    Islam memandang setiap permasalahan didasarkan atas asas perdamaian. Islam tidak menghendaki adanya permusuhan. Konsep perdamaian harus disusun dengan sungguh-sungguh, dan berkeadilan. Misalnya Islam sangat menghargai kaum dzimni yang terikat dengan perjanjian dengan kaum Muslimin dengan memelihara hak muamalahnya dengan hak kaum muslimin.

    Peristiwa perdamaian yang tercatat dalam sejarah adalah ketika perjanjian hudaibiyyah. Diriwayatkan daripada Ummu Kasum binti Uqbah RA katanya: Sesungguhnya beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda: Bukanlah dikira sebagai pendusta jika seseorang mendamaikan perselisihan diantara manusia. Beliau berkata yang baik dan menyampaikan yang baik pula. Dari sini bisa dipahami bahwasannya Islam merupakan agama yang menebarkan perdamaian.

    “Sebagai agama yang damai (as-Salâm), Islam mengajarkan budi pekerti yang mulia, adil, jujur, amanah, kasih sayang, sopan santun, lemah lembut, dan sifat-sifat terpuji lainnya,” kata Jihad.

    Bahkan Rasulullah mengatakan bahwa, “Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencela, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berkata keji dan orang yang berkata kotor. Islam menempatkan akhlaq sebagai tolok ukur dari iman dan Islam seseorang. Islam senantiasa mengajak manusia pada kejernihan pikiran dan kebersihan hati. Islam melarang  umatnya untuk berdusta, dendam, ghibah, fitnah, adu domba, membunuh dan sifat tercela lainnya.

    Sebagai agama yang raḥmatan lil‟âlamḭn, Islam memiliki nilai-nilai dan spirit dalam konsep ajarannya, baik yang bersumber dari al-Qur’an maupun al-Hadits). Semangat al-Qur‟an adalah moral, dengan semangat moral inilah lahir ide tentang keadilan, baik social, ekonomi dan sebagainya. Kesan utama yang ditinggalkan al-Quran ialah suatu kehendak yang terpadu dan terarah yang menciptakan ketertiban di alam semesta. Hal ini selaras dengan tujuan penciptaan manusia sebagai khalḭfah fil arḍ, sebagai wakil Tuhan di muka bumi untuk menebarkan kasih sekaligus sebagai aktor perdamaian.

    Kontributor: Faiz Romzi Ahmad

  • Ketua Umum PBMA Apresiasi Presiden Jokowi, Sukses Gelar KTT G20

    Ketua Umum PBMA Apresiasi Presiden Jokowi, Sukses Gelar KTT G20

    Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) KH Embay Mulya Syarief mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah sukses menyelenggarakan KTT G20 di Bali pada 15-16 November.

    “KTT G20 di Bali kemarin berjalan lancar dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global,” katanya saat dimintai keterangan. Sabtu (19/11/22).

    Kyai Embay juga mengapresiasi kesiapsiagaan Polri, TNI, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memastikan kemacetan kegiatan KTT G20 berlangsung dengan aman.

    “Saya juga memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian, pihak TNI, pihak Badan Intelijen Negara juga yang sudah bekerja keras selama ini menyukseskan G20 tanpa terjadi satu hal yang tidak kita inginkan,” sampainya.

    Embay berharap kerja sama oleh berbagai pihak dalam menyukseskan perhelatan serupa G20 perlu terus ditingkatkan.

    Sebagai salah satu ormas Islam di Indonesia, ia menyampaikan bahwa Mathla’ul Anwar terlibat dalam rangkaian kegiatan G20 Indonesia.

    “Mathla’ul Anwar ikut mensukseskan Presidensi G20 Indonesia, yakni dengan terlibatnya MA dalam gelaran Agama 20 di Bali,” ucapnya.

    R20 atau Religion of Twenty 2022 adalah forum para pemimpin agama-agama dan sekte-sekte dengan peserta utama dari negara-negara anggota G20 dengan memanfaatkan posisi presidensi Indonesia tahun ini.

    Meski demikian, R20 juga mengundang para pemimpin agama dari negara lain di luar G20 sehingga total ada 32 negara.

    Seperti diketahui, Indonesia telah sukses menyelenggarakan KTT G20 di Bali.

    KTT G20 berhasil mengesahkan pernyataan para pemimpin atau pemimpin deklarasi yang berisi 52 paragraf melingkupi tiga isu prioritas Presidensi Indonesia.

    Presidensi G20 Indonesia mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger dengan tiga isu prioritas, yakni arsitektur kesehatan, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi digital. Indonesia telah menjadi Presidensi G20 setelah menerima Troika Italia pada 2021.

  • Sekjen PBMA Hadiri Forum R20 di Bali

    Sekjen PBMA Hadiri Forum R20 di Bali

    Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Drr H Jihaduddin MPd menghadiri Forum Agama G20 atau Religion Twenty (R20) di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua Bali, Rabu (2/11/22).

    Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan nomor Menteri Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga terlihat menghadiri pembukaan R20 itu.

    Anggota kabinet Jokowi yang hadir antara lain: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Prof Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendi, Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Tohir.

    Forum R20 diinisiasi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dan didukung oleh Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL). Sekretaris Jenderal MWL Syekh Mohammed Al-Issa juga turut hadir.

    sejumlah delegasi dari beberapa negara juga turut serta, antara lain Shri Ram Madhav Varansi, Mantan Sekretaris Jenderal BJP dan India Foundation; Andreas Pastrana Arango, Mantan Presiden Kolombia.

    Selama dua hari mulai Rabu 2 November sampai Kamis besok sebanyak kurang lebih 400 delegasi dari dalam dan luar negeri akan berkreasi di Bali.

    Mereka adalah para pemimpin agama, sekte, dan aliran kepercayaan dari berbagai negara dengan jutaan pengikut itu akan mendiskusikan sejumlah persoalan di dunia yang dilatari agama.

    Dalam sambutannya Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengaku gembira dengan kehadiran para delegasi dari berbagai negara di Forum R20.

    Menurut Gus Yahya, Forum Agama G20 atau R20 merupakan inisiatif yang tulus dan kemauan spiritual yang baik dari orang-orang beragama dari kepedulian yang lebih tulus dari semua pemeluk agama tentang masa depan umat manusia.

    Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) KH Embay Mulya Syarief mendukung terselenggaranya Forum Religion (R20) untuk menciptakan tatanan dunia yang harmonis.

    Jadi agama harus digunakan secara baik, kontribusi agama terhadap kehidupan manusia dalam berbagai hal diawali dengan kolaborasi lalu toleransi yang dalam kerjasama antar umat beragama yang konkrit, katanya.

    Karena sejatinya semua umat manusia ini adalah anak keturunan Nabi Adam yang tidak seharusnya mengalami masalah yang sama. Sambung Kyai Embay.

    Sementara itu, Sekjen PBMA Jihaduddin yang turut hadir dan menjadi delegasi Mathla’ul Anwar dalam kegiatan pembukaan R20 di Bali mengatakan dirinya mendukung konferensi R20 yang merupakan forum pertemuan tokoh-tokoh agama dunia.

    Jihaduddin menyampaikan bahwa Konferensi R20 dapat membawa solusi bagi perdamaian dunia.

    “Agama itu berfungsi sebagai solusi yang sejati dan dinamis, bukan sebagai sumber masalah” katanya.