Category: Berita

  • DPP HIMMA Temui Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Ini Pesan Pentingnya

    DPP HIMMA Temui Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Ini Pesan Pentingnya

    Mathla’ulanwar.org. Serang, Banten — Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (DPP HIMMA) melakukan silaturahmi dan pertemuan keorganisasian dengan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, KH Embay Mulya Syarief, Kamis (26/12/2025). Pertemuan berlangsung di kediaman KH Embay Mulya Syarief, Kota Serang, Banten.

    Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya DPP HIMMA untuk meminta arahan, nasihat, serta penguatan nilai keorganisasian dari pimpinan tertinggi Mathla’ul Anwar. Sebagai organisasi otonom di bawah naungan Mathla’ul Anwar, HIMMA memandang penting menjaga kesinambungan nilai, khittah, dan spirit perjuangan para pendiri organisasi.

    Ketua Umum DPP HIMMA, Ahmad Syafaat, M.H, mengatakan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna strategis bagi arah gerak organisasi mahasiswa Mathla’ul Anwar ke depan.

    “Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi ikhtiar moral dan ideologis untuk meminta arahan dari guru sekaligus orang tua organisasi. HIMMA harus tetap bergerak dalam rel nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan yang menjadi ciri Mathla’ul Anwar,” ujar Ahmad Syafaat.

    Ia menegaskan bahwa arahan KH Embay Mulya Syarief menjadi kompas moral bagi HIMMA agar setiap aktivitas organisasi tidak terjebak pada orientasi struktural semata, melainkan berangkat dari adab, nilai, dan niat ibadah.

    Sementara itu, Bendahara Umum DPP HIMMA, Saepudin, M.Pd, menyebut pertemuan tersebut juga menjadi momentum evaluasi niat dan penguatan etos perjuangan kader.

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap ikhtiar HIMMA, baik di bidang akademik, sosial, maupun keorganisasian itu memiliki orientasi kebermanfaatan umat dan nilai ibadah. Organisasi adalah amanah, bukan sekadar struktur,” ujarnya.

    Dalam pertemuan tersebut, KH Embay Mulya Syarief memberikan sejumlah nasihat kepada jajaran pengurus DPP HIMMA. Ia menekankan pentingnya integritas personal dan orientasi nilai dalam berorganisasi.

    “Kita harus memiliki personal branding Al-Amin—jujur dan dapat dipercaya. Hidup harus memiliki nilai. Jangan sampai seluruh gerak dan usaha tidak diniatkan sebagai ibadah,” pesan KH Embay.

    KH Embay juga mengingatkan agar aktivis mahasiswa tidak terjebak pada orientasi jabatan dan gelar.

    “Pangkat tertinggi itu pensiun, dan gelar tertinggi adalah almarhum. Yang abadi bukan jabatan, tetapi amal dan nilai,” tegasnya.

    Pada kesempatan yang sama, DPP HIMMA menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan Muktamar Mathla’ul Anwar yang dijadwalkan berlangsung pada 11–14 April 2026. Komitmen tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan organisatoris HIMMA sebagai bagian dari keluarga besar Mathla’ul Anwar.

    “Kami memandang Muktamar sebagai momentum strategis bagi masa depan Mathla’ul Anwar. DPP HIMMA khususnya, dan HIMMA di seluruh daerah pada umumnya, siap berperan aktif dalam menyukseskan Muktamar dengan menjunjung tinggi adab, persatuan, dan nilai-nilai organisasi,” tutup Ahmad Syafaat.

  • Wisuda ke-33 UNMA Banten, 530 Lulusan Didorong Kuasai Teknologi Berbasis Nilai Islami

    Wisuda ke-33 UNMA Banten, 530 Lulusan Didorong Kuasai Teknologi Berbasis Nilai Islami

    Mathla’ulanwar.org. Pandeglang – Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten menggelar Wisuda Sarjana dan Magister ke-33 di Gedung Serbaguna K.H. Muhammad Irsjad Djuwaeli. Sebanyak 530 wisudawan dan wisudawati resmi dilepas dalam Sidang Terbuka Senat dengan tema “Generasi Digital Berkarakter Islami.” Rabu, 17 Desember 2025.

    Gedung Serbaguna K.H. Muhammad Irsjad Djuwaeli menjadi lokasi pelaksanaan wisuda yang berlangsung khidmat. Kegiatan ini menandai berakhirnya masa studi para lulusan sekaligus awal pengabdian mereka di tengah tantangan era digital. Kehadiran orang tua dan keluarga wisudawan menambah suasana kebanggaan sepanjang prosesi berlangsung.

    Wisuda ke-33 UNMA Banten dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, hadir melalui video conference. Gubernur Banten Andra Soni diwakili oleh Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Banten, Deni Hermawan, M.Si., S.M., M.A.P.

    Turut hadir Kepala LLDIKTI Wilayah IV yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Penjaminan Mutu LLDIKTI Wilayah IV, Agus Gumilar, S.T., M.Kom.

    Dalam sambutannya, Menteri Transmigrasi Dr. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan pesan kepada para wisudawan. Ia menekankan bahwa pencapaian Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang mampu menguasai teknologi tanpa meninggalkan karakter.

    “Generasi digital harus tetap berpegang pada nilai akhlakul karimah. Ilmu dan teknologi harus digunakan untuk memanusiakan manusia, bukan semata mengejar materi,” ujarnya.

    Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi menghadapi perubahan, dengan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan moral di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital.

    Rektor Universitas Mathla’ul Anwar, Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa 530 lulusan berasal dari berbagai fakultas, yaitu 46 lulusan Fakultas Agama Islam, 74 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 103 Fakultas Hukum, 78 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 71 Fakultas Teknologi dan Informatika, 119 Fakultas Sains, Farmasi dan Kesehatan, serta 39 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

    Andriansyah menegaskan komitmen UNMA dalam mencetak generasi digital berkarakter Islami. Menurutnya, tantangan era digital tidak cukup dijawab dengan penguasaan teknologi, tetapi harus dibarengi dengan fondasi moral dan etika Islami, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital.

    Ia menambahkan bahwa teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana kebaikan. Mahasiswa didorong menggunakan ruang digital untuk pembelajaran, dakwah, dan kegiatan positif dengan menjunjung prinsip tabayyun dalam menghadapi hoaks dan konten negatif.

    Rektor juga memaparkan capaian kelembagaan UNMA yang terus meningkat. Saat ini UNMA berstatus akreditasi Baik Sekali, memiliki 7 fakultas, 21 program sarjana, dan 2 program magister. UNMA juga memperoleh kepercayaan pembukaan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta memiliki satu program studi terakreditasi Unggul.

    Kepercayaan publik terhadap UNMA turut ditunjukkan melalui penerimaan hampir 2.000 mahasiswa baru, dukungan program KIP Kuliah, program 1 Desa 1 Sarjana, serta pembukaan program studi baru. Hal tersebut menempatkan UNMA sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Banten.

    Di bidang riset dan pengabdian masyarakat, UNMA memperoleh pendanaan hibah lebih dari Rp1,6 miliar. Capaian ini menempatkan UNMA pada peringkat ke-2 di Provinsi Banten dan peringkat ke-11 di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV. Prestasi mahasiswa juga tercatat di tingkat nasional melalui partisipasi dan keberhasilan dalam PIMNAS, PKM, serta berbagai kompetisi nasional lainnya.

    UNMA juga menegaskan perannya dalam pengabdian sosial melalui penguatan sarana ibadah, kolaborasi pertanian rakyat, dan pelibatan masyarakat sekitar dalam berbagai program kampus.

    Melalui Wisuda ke-33 ini, UNMA secara resmi menyerahkan 530 lulusan kepada masyarakat sebagai sarjana dan magister yang diharapkan mampu berkolaborasi, mengabdi, dan menjaga nama baik almamater.

    Acara wisuda turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar K.H. Embay Mulya Syarief, Ketua ICMI Provinsi Banten Dr. Ir. Eden Gunawan, M.M., IPU., ASEAN Eng., Sekretaris Kopertais Wilayah DKI Jakarta dan Banten Dr. Abdul Muin, M.Pd., Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, serta tokoh masyarakat lainnya.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar K.H. Embay Mulya Syarief menegaskan bahwa UNMA merupakan bagian dari ikhtiar panjang Mathla’ul Anwar dalam mengembangkan tradisi keilmuan Islam yang berpadu dengan nilai kebangsaan. Ia menyampaikan bahwa gelar akademik harus menjadi amanah untuk mengabdi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

    Momen wisuda juga diisi dengan penyerahan beasiswa pendidikan oleh Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi kepada dua lulusan terbaik dari Fakultas Hukum dan Fakultas Agama Islam untuk melanjutkan studi Magister (S2) di Universitas Mathla’ul Anwar.

    Penyerahan beasiswa tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberlanjutan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang berprestasi.

    Wisuda ke-33 UNMA Banten menegaskan komitmen universitas dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter Islami dalam menghadapi dinamika era digital

    Penulis: Eko Supriatno

  • Ratusan Peserta Padati Pengajian PBMA, MA Travel Luncurkan Kolaborasi Umrah

    Ratusan Peserta Padati Pengajian PBMA, MA Travel Luncurkan Kolaborasi Umrah

    Mathlaulanwar.org. Cilegon — Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) menggelar Pengajian Umum dan Talkshow Interaktif bertajuk “Umrah Semudah Tersenyum bersama MA Travel” di Royale Krakatau, Kota Cilegon, Minggu (7/12/2025).

    Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Kanwil Kemenhaj Banten Dr. H. Samsudin, M.M., M.Pd., CEO Nozoly Indonesia H. Muharom Ahmad, Direktur Utama MDA Tour H. Magnatis Chaidir, para kepala kantor Kemenhaj daerah, serta unsur kepengurusan PBMA.

    Sekitar 350 peserta yang terdiri dari guru, kader, dan simpatisan tampak antusias mengikuti rangkaian acara.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum PBMA, KH Embay Mulya Syarief, menegaskan bahwa MA Travel kini memperkuat orientasi pelayanan dengan menggandeng Nozoly Indonesia dan MDA Tour sebagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman ibadah umrah yang lebih aman, nyaman, dan profesional bagi warga Mathla’ul Anwar.

    “MA Travel kini bermitra dengan pihak-pihak profesional dan terpercaya. Kami ingin memastikan jamaah Mathla’ul Anwar mendapatkan layanan terbaik sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” ujar KH Embay.

    Senada dengan itu, Direktur Utama MDA Tour H. Magnatis Chaidir menegaskan kesiapan pihaknya dalam menopang operasional MA Travel melalui sistem layanan yang terstruktur.

    “MDA Tour menyiapkan hotel, transportasi, dan pembimbingan ibadah dengan standar komprehensif. Kami ingin memastikan jamaah berangkat tenang dan pulang dengan pengalaman ibadah terbaik,” tuturnya.

    Sementara itu, CEO Nozoly Indonesia H. Muharom Ahmad menyampaikan bahwa Nozoly memiliki jaringan resmi perhotelan, transportasi, dan manajemen jamaah di Arab Saudi. Menurutnya, kemitraan ini menjadi upaya nyata memperkuat mutu layanan MA Travel.

    “Nozoly hadir untuk memastikan jamaah mendapatkan layanan yang jelas, aman, dan terukur. Dengan jaringan resmi di Saudi, kami ingin jamaah MA beribadah tanpa khawatir dan merasa terlayani dengan baik,” kata Muharom.

    Pada sesi materi, Kepala Kanwil Kemenhaj Banten Dr. H. Samsudin memaparkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji dan umrah 2026, termasuk integrasi platform digital Nusuk, penggunaan Kartu Nusuk, serta standardisasi layanan penyelenggara.

    Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ormas Islam dalam memperluas literasi ibadah di masyarakat.

    “Kemenhaj tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan ormas seperti Mathla’ul Anwar sangat penting untuk memastikan edukasi jamaah sampai ke akar rumput,” ujarnya.

    Ia menilai langkah MA Travel menggandeng mitra profesional sebagai contoh positif dalam memperkuat ekosistem pelayanan ibadah yang modern, transparan, dan akuntabel.

    Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta menilai program ini membuka wawasan soal tata kelola umrah sekaligus menumbuhkan kepercayaan baru terhadap kualitas layanan MA Travel. Edukasi terkait regulasi terbaru dinilai membantu jamaah memahami hak, prosedur, dan standar pelayanan yang wajib dipenuhi penyelenggara.

    Acara ini ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi antara PBMA, Nozoly Indonesia, dan MDA Tour akan mempercepat terwujudnya layanan umrah yang lebih mudah, aman, dan berkualitas bagi jamaah Mathla’ul Anwar di seluruh Indonesia.

  • PB Mathla’ul Anwar Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Ibu Hj. Rugaiya Usman Wiranto

    PB Mathla’ul Anwar Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Ibu Hj. Rugaiya Usman Wiranto

    Mathlaulanwar.org. Inna lillaahi wa inna ilaihi roji’uun. Keluarga Besar Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) berduka mendalam atas wafatnya Ibu Hj. Rugaiya Usman Wiranto binti Mustafa Usman, istri dari Jend. TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.IP., Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan sekaligus Ketua Dewan Penasehat PB Mathla’ul Anwar, pada 17 November 2025.

    Ketua Umum PBMA, KH. Embay Mulya Syarief, menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas berpulangnya almarhumah.

    “Kami, keluarga besar Mathla’ul Anwar, merasa kehilangan yang sangat besar. Almarhumah adalah sosok yang selama ini mendampingi Bapak Wiranto dengan penuh kesetiaan, keteduhan, dan dukungan dalam berbagai pengabdian beliau kepada bangsa, negara, dan Mathla’ul Anwar. Semoga Allah menerima seluruh amal baik almarhumah dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar KH. Embay.

    Beliau menambahkan bahwa duka ini dirasakan tidak hanya oleh keluarga besar Wiranto, tetapi juga oleh seluruh warga Mathla’ul Anwar.

    “Kami memohon kepada seluruh warga Mathla’ul Anwar untuk turut mendoakan almarhumah. Dan sebagai bentuk penghormatan, PBMA telah mengeluarkan imbauan resmi agar PWMA, PDMA, PCMA, serta seluruh Perguruan MA melaksanakan shalat ghaib,” tambahnya.

    Hal serupa juga disampaikan oleh sekretaris Jenderal PBMA, Drs. H. Moh. Babay Sujawandi, beliau menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah

    “Almarhumah adalah pribadi yang baik dan penuh keteduhan, semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan.”

    Beliau juga menegaskan bahwa wafatnya almarhumah merupakan kehilangan besar bagi keluarga dan bagi lingkungan Mathla’ul Anwar yang selama ini turut merasakan kedekatan serta kontribusi keluarga Bapak Wiranto terhadap organisasi.

    PB Mathla’ul Anwar memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar almarhumah diberikan ampunan, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan ditempatkan di sisi-Nya pada tempat terbaik.

    Duka ini menjadi pengingat bagi seluruh warga Mathla’ul Anwar bahwa persaudaraan, doa, dan kebersamaan adalah nilai yang harus terus dijaga, terutama di tengah musibah.***

  • Kyai Embay Mulya Syarief Apresiasi Kepala BNN Komjen Suyudi atas Langkah Tegas Berantas Narkoba

    Kyai Embay Mulya Syarief Apresiasi Kepala BNN Komjen Suyudi atas Langkah Tegas Berantas Narkoba

    Mathla’ulanwar.org. Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Kyai Embay Mulya Syarief, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, M.Si., atas kepemimpinannya yang tegas dan berani dalam menggelar operasi nasional pemberantasan narkoba secara masif di seluruh Indonesia.

    Dalam operasi besar yang digelar selama tiga hari, yakni pada 5–7 November 2025, BNN melaksanakan razia terpadu di 53 lokasi di 34 provinsi. Hasilnya, sebanyak 1.259 orang diamankan, terdiri dari 830 laki-laki dan 429 perempuan.

    Dari jumlah itu, 395 orang terbukti positif sebagai penyalahguna narkoba, 37 orang ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana, dan 359 orang lainnya direkomendasikan untuk rehabilitasi atau wajib lapor.

    Selain menangkap pelaku, BNN juga menyita barang bukti dalam jumlah besar, di antaranya 126 kilogram sabu, 12 kilogram ganja, lebih dari 1.400 butir ekstasi, 19 pucuk senjata api, 64 senjata tajam, serta 1 unit drone yang digunakan jaringan narkotika untuk pemantauan wilayah operasi.

    Sejumlah daerah yang menjadi fokus operasi antara lain Kampung Bahari (Jakarta Utara) dan Kampung Ambon (Jakarta Barat), yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan narkoba.

    Kyai Embay Mulya Syarief menilai, keberhasilan besar ini merupakan bukti nyata dari komitmen dan ketegasan Komjen Suyudi dalam menjalankan amanah negara untuk melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika.

    “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNN, khususnya kepada Kepala BNN Komjen Suyudi, yang memimpin langkah besar ini dengan keberanian dan ketegasan luar biasa. Ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi langkah penyelamatan bangsa dari kehancuran moral dan sosial,” ujar Kyai Embay, Selasa (11/11/2025).

    Menurut Kyai Embay, perang melawan narkoba tidak hanya menyentuh sisi hukum, tetapi juga aspek kemanusiaan dan moralitas bangsa. Karena itu, ia menilai penting agar keberhasilan ini diikuti dengan pendekatan rehabilitasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

    “Kami mendukung sepenuhnya langkah BNN, dan berharap upaya ini tidak berhenti pada penindakan. Rehabilitasi dan pembinaan sosial harus menjadi bagian integral dari perjuangan ini, agar para korban penyalahgunaan dapat kembali pulih dan produktif,” tegasnya.

    Kyai Embay juga mengajak seluruh kalangan pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk turut berperan dalam upaya pencegahan dan penyadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

    “Pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral dan spiritual kepada generasi muda. Saya mengajak seluruh pesantren dan lembaga keagamaan untuk bersinergi dengan BNN dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas narkoba,” tambahnya.

    Di akhir pernyataannya, Kyai Embay kembali menyampaikan apresiasi kepada Komjen Suyudi dan seluruh jajaran BNN RI atas keberhasilan operasi nasional ini.

    “Semoga langkah besar yang dipimpin oleh Komjen Suyudi ini menjadi momentum kebangkitan moral bangsa. Bukan sekadar angka penangkapan, tetapi gerakan penyadaran dan penyelamatan generasi. Perang melawan narkoba adalah perang untuk menjaga masa depan Indonesia,” pungkasnya.

  • Bupati Lampung Selatan Apresiasi Siswa MTs Mathlaul Anwar Cintamulya Juara Olimpiade Madrasah Indonesia

    Bupati Lampung Selatan Apresiasi Siswa MTs Mathlaul Anwar Cintamulya Juara Olimpiade Madrasah Indonesia

    Mathla’ulanwar.org. Kalianda, 7 November 2025 — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Juan Iqbal, siswa MTs Mathlaul Anwar Cintamulya, yang berhasil meraih juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Lampung dan akan mewakili daerahnya di ajang nasional.

    Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Egi dalam acara silaturahmi dan pembinaan pelajar berprestasi yang digelar di D’Sas Café & Resto, Kalianda, pada Jumat (7/11/2025).

    Acara tersebut juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, M. Darmawan, dan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lampung Selatan, Aprizandi.

    Dalam sambutannya, Bupati Egi mengaku bangga atas capaian yang diraih oleh Juan Iqbal, yang dinilai sebagai bukti nyata bahwa madrasah memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi unggul dan berdaya saing.

    “Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Pemerintah daerah tentu akan terus mendukung anak-anak berprestasi, baik dari sekolah umum maupun madrasah,” ujar Egi.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Egi turut menyerahkan dana pembinaan kepada Juan Iqbal. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi siswa berprestasi itu untuk menampilkan performa terbaik pada ajang OMI tingkat nasional yang akan digelar di Grand El Hajj Asrama Haji Banten, pada 10–14 November 2025.

    Sementara itu, Juan Iqbal mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah dan Kementerian Agama.

    “Saya berterima kasih atas doa dan dukungan dari semua pihak. Ini menjadi semangat bagi saya untuk memberikan yang terbaik dan membawa nama Lampung Selatan di ajang nasional,” ucapnya.

  • Dosen UNMA Jadi Pembicara Internasional di Filipina, Bahas Kepercayaan Merek Halal di Era Digital

    Dosen UNMA Jadi Pembicara Internasional di Filipina, Bahas Kepercayaan Merek Halal di Era Digital

    Mathla’ulanwar.org. Mandaluyong City, Filipina — Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Mohammad Zen, dosen UNMA, dipercaya menjadi pembicara pada International Halal Conference and World Halal Food Council 2nd Assembly yang berlangsung di Mandaluyong City, Filipina, pada 28–29 Oktober 2025.

    Dalam forum bergengsi yang dihadiri oleh para pakar halal, regulator, pelaku industri, dan akademisi dunia tersebut, Mohammad Zen menyampaikan materi bertajuk “Building Brand Trust & Authenticity in a Digital World.”

    Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kemajuan teknologi digital menghadirkan tantangan besar terhadap reputasi, keamanan, dan kepercayaan publik terhadap suatu merek atau institusi. Menurutnya, penyebaran informasi palsu (fake news), serangan siber, dan keterbukaan data yang rawan disalahgunakan kini menjadi ancaman serius bagi dunia usaha.

    “Di era digital yang sangat terbuka, kepercayaan publik menjadi aset utama yang harus dijaga. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu membangun komitmen kuat terhadap transparansi, keamanan, dan integritas dalam setiap aspek operasional agar konsumen merasa aman dan percaya,” ujar Mohammad Zen dalam paparannya.

    Lebih lanjut, ia menyoroti posisi Indonesia sebagai rujukan global dalam penguatan kepercayaan halal, berkat penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang memastikan ketertelusuran produk secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga produk akhir.

    “Sertifikasi halal bukan hanya pemenuhan standar syariah, tetapi juga instrumen strategis untuk menjaga otentisitas dan daya saing produk halal di pasar internasional. Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat halal dunia jika mampu menjaga kredibilitas sistem dan konsistensi pengawasannya,” tambahnya.

    Kehadiran UNMA dalam ajang internasional ini mempertegas komitmen universitas dalam mengembangkan ekosistem riset dan industri halal, sekaligus memperkuat jejaring strategis global. Upaya ini sejalan dengan visi UNMA untuk menjadi perguruan tinggi Islam unggul yang berkontribusi pada kemajuan bangsa dan peradaban dunia.

    Melalui partisipasi aktif di forum internasional, UNMA berupaya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga riset dan institusi pendidikan dunia, guna memperkuat riset halal, inovasi produk, dan kapasitas sumber daya manusia di bidang ini.

    “UNMA terus mendorong sivitas akademika untuk aktif di kancah internasional, sekaligus mengajak seluruh mitra dan pemangku kepentingan berkontribusi dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat halal dunia,” tutup pernyataan resminya.

  • Ketua Bidang Dakwah PB Mathla’ul Anwar Hadiri Konferensi Internasional Imam Bukhari di Uzbekistan

    Ketua Bidang Dakwah PB Mathla’ul Anwar Hadiri Konferensi Internasional Imam Bukhari di Uzbekistan

    Mathla’ulanwar.org. Samarkand, Uzbekistan – Ketua Bidang Dakwah Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Dr. KH. Hasani Ahmad Said, MA, hadir dan mengikuti International Conference: Imam Bukhari and Scholarship in the Muslim World yang digelar pada 28–29 Oktober 2025 di Imam al-Bukhari Conference Hall, Samarkand, Uzbekistan.

    Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Imam Bukhari International Scientific-Research Center (IBISRC) dan diikuti oleh para akademisi serta peneliti dari seluruh dunia.

    Forum ilmiah ini menjadi ajang penting untuk mendiskusikan warisan keilmuan Imam Bukhari serta relevansinya terhadap pengembangan ilmu keislaman di era modern, khususnya di tengah dinamika kehidupan sosial dan kemajuan teknologi digital.

    Kehadiran Dr. KH. Hasani Ahmad Said, MA mewakili Mathla’ul Anwar menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat dakwah berbasis pengetahuan serta perluasan jejaring keilmuan internasional, terutama dalam pengembangan studi hadits dan pemikiran Islam kontemporer.

    “Warisan Imam Bukhari bukan hanya soal sanad dan matan hadits. Ini tentang bagaimana umat menjaga otoritas ilmu dan menghadirkannya dalam kehidupan sosial masa kini,” ujarnya.

    Melalui partisipasi di forum ini, Mathla’ul Anwar diharapkan dapat berperan aktif dalam penyebaran nilai-nilai keilmuan Islam yang moderat, berwawasan global, dan senantiasa relevan dengan tantangan zaman.

  • Ketika Guru Dihukum karena Mendidik, Potret Krisis Akal Sehat dalam Dunia Pendidikan

    Ketika Guru Dihukum karena Mendidik, Potret Krisis Akal Sehat dalam Dunia Pendidikan

    mathla’ulanwar.org. Lebak, 14 Oktober 2025 – Di tengah derasnya sorotan publik, langkah Gubernur Banten menonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga menimbulkan keprihatinan dari dunia pendidikan. Repi Rizali, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar (BRIMA), menilai keputusan ini sebagai tindakan tergesa-gesa, kurang mempertimbangkan konteks, dan tidak berpihak pada guru. Ironisnya, korban sesungguhnya adalah mereka yang menjalankan tanggung jawab moral sebagai pendidik.

    Menurut Repi, tindakan kepala sekolah yang menegur siswa karena merokok di lingkungan sekolah tidak seharusnya langsung dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

    “Niat guru tersebut baik, ingin mendidik siswanya agar memiliki karakter, disiplin, dan menjadi manusia yang bermoral demi masa depan mereka,” kata Repi, dengan nada tegas namun sarat filosofi pendidikan.

    Keputusan pemerintah, menurut Repi, seolah menafikan konteks, niat, dan tanggung jawab moral di balik setiap tindakan pendidik.

    “Gubernur tampak ingin menunjukkan kewibawaan, padahal yang terjadi adalah pengurangan wibawa pendidikan dan moralitas sekolah. Ini bukan hanya masalah etika, tetapi juga cerminan kebijakan yang kurang matang,” tambahnya.

    Dalam analisis Repi, tindakan siswa yang merokok jelas merupakan pelanggaran moral dan disiplin. Kepala sekolah dalam hal ini menjalankan tugasnya secara tepat dan bertanggung jawab.

    “Korban sebenarnya adalah kepala sekolah. Ia menjadi korban perilaku siswa yang tidak disiplin, sekaligus keputusan pemerintah yang kurang mempertimbangkan konteks.”

    Pendekatan BRIMA bukan sekadar kritik birokrasi, melainkan refleksi budaya dan filosofis. Repi menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan administratif, melainkan perjuangan membentuk manusia bermoral, beradab, dan disiplin.

    “Ketika guru yang mendidik siswa bermoral dan disiplin justru dihukum, bangsa ini sedang kehilangan perspektif akal sehat. Pendidikan harus dinilai dari perspektif kemanusiaan dan moralitas, bukan birokrasi semata,” tegasnya.

     Pernyataan ini menegaskan paradoks tragis, pejabat yang seharusnya menjadi penopang sistem pendidikan malah berpotensi mereduksi fondasi moral dan budaya sekolah. Penonaktifan kepala sekolah tidak hanya menghukum individu, tetapi menyalahi prinsip pendidikan sebagai ruang pembentukan karakter dan etika.

    Lebih jauh, Repi menegaskan keputusan seperti ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat publik. Kebijakan pendidikan yang lahir dari pertimbangan dangkal dapat berdampak jangka panjang terhadap kepercayaan masyarakat dan wibawa profesi guru. Dari perspektif sosiologis, tindakan yang seharusnya membangun karakter siswa justru menjadi simbol kekuasaan birokrasi yang kurang matang. Dengan nada filosofis yang menyentuh, Repi menekankan

    “Pendidikan adalah seni membentuk manusia. Ketika guru yang menjalankan tugas dengan nurani justru mendapat sanksi, masyarakat dan generasi muda dipaksa menyaksikan ketidakadilan formal, di mana moralitas menjadi korban. Kepala sekolah bukan pelaku salah, melainkan benteng terakhir yang menjaga nilai-nilai luhur pendidikan.”

    Sebagai penutup, Repi mendesak Gubernur Banten untuk segera mencabut keputusan penonaktifan.

    “Ini bukan soal dendam atau politik, tetapi menempatkan pendidikan pada jalur akal sehat dan moralitas. Guru harus dihormati, disiplin siswa ditegakkan, dan bangsa harus kembali berpikir sebelum menilai.”

    Kasus ini menjadi pengingat kuat bahwa pendidikan bukan sekadar aturan, melainkan perjuangan membentuk generasi beradab, bermoral, dan berintegritas. Keputusan gubernur yang menonaktifkan kepala sekolah menjadi cermin bagi bangsa: jika kebijakan lahir dari pertimbangan dangkal, maka bukan hanya individu yang dirugikan, tetapi masa depan pendidikan dan budaya bangsa yang dipertaruhkan.

    Dalam era di mana nalar sering dikorbankan untuk popularitas dan sensasi, kisah SMAN 1 Cimarga ini menjadi ledakan batin bagi publik yang peduli pendidikan, menegaskan bahwa martabat guru dan sekolah adalah tiang peradaban bangsa

  • UNMA Banten Gelar Kejuaraan Pencak Silat 2025, Perebutkan Piala Gubernur Banten

    Mathlaulanwar.org. Pandeglang, Banten — Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten siap menggelar UNMA Banten Championship 2025, sebuah kejuaraan pencak silat bergengsi yang akan berlangsung pada 17–19 Oktober 2025 di Gedung Serbaguna (GSG) HM Irsyad Dzuaeli, Kampus UNMA Banten, Kabupaten Pandeglang.

    Mengusung tema “Pencak Silat sebagai Warisan Budaya, Pilar Prestasi Bangsa”, ajang ini menjadi wadah bagi para pesilat untuk menyalurkan bakat, mengasah kemampuan, dan berkompetisi secara sportif. Kejuaraan ini juga memperbutkan Piala Gubernur Banten, menjadikannya salah satu event pencak silat paling prestisius di wilayah Banten.

    Ketua Pelaksana, Agus Jubaedi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar-pesilat.

    “Kejuaraan ini bukan hanya soal medali, tetapi juga ajang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antar-pesilat se-Banten. Kami ingin menanamkan nilai sportivitas, kebanggaan budaya, dan semangat berprestasi,” ujar Agus.

    Ia menambahkan, UNMA Banten Championship diharapkan menjadi batu loncatan bagi atlet muda menuju level nasional dan internasional.

    “Kami berharap dari sini lahir pesilat-pesilat tangguh yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke kancah nasional bahkan dunia,” tambahnya.

    Kejuaraan ini terbuka untuk berbagai kategori usia dan tingkatan, mulai dari SD, SLTP, SLTA, hingga kategori dewasa. Peserta dapat berasal dari pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum se-Provinsi Banten.

    Hingga awal Oktober 2025, panitia mencatat sudah ada 350 peserta telah mendaftar dan hingga kini masih bertambah, namun kesempatan masih terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin ikut berpartisipasi.

    “Pendaftaran masih dibuka hingga 10 Oktober 2025, jadi kami mengajak seluruh pesilat muda Banten untuk segera mendaftarkan diri. Ini kesempatan emas untuk unjuk kemampuan dan berprestasi di tingkat provinsi,” tegas Agus.

    Selain medali per kategori (Emas, Perak, dan Perunggu), panitia juga menyiapkan Penghargaan Juara Umum 1, 2, dan 3 bagi tim dengan perolehan medali emas terbanyak.

    UNMA Banten Championship 2025 juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Muktamar XXI Mathla’ul Anwar, yang akan digelar pada 11–14 April 2026 mendatang.

    “Melalui kejuaraan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya luhur yang membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan berprestasi,” tutup Agus.